Minggu, 18 November 2012

Du

Menunggu,,
Itu yang ku lakukan seperti tahun yang lalu
menemani disela penatmu
mendengar keluh kesah disaat kau akan rebah
dan mengucap salam di penghujung malam kala menghantar lelap
hingga kembali bertemu dengan mentari
kemudian kau tersenyum melihat sebuah pesan dariku

Itulah engkau yang menjadi sahabat dalam sepi
tidak pernah tidur kala aku ingin meminjam telingamu
aku sangat memujamu
bahkan aku tak ingin jam dinding berdetak terlalu cepat
Menikmati setiap detik waktu yang selalu tiada terlewatkan tanpamu
aku ingin membuatmu tersenyum bagaimanapun caranya
dan aku tak perlu berdebat lagi dengan keruhnya hati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar